Sejarah

Pertanyaan

Apa yang kamu ketahui tentang perebutan hegemoni

1 Jawaban

  • Hegemoni adalah kelompok yang mendominasi berhasil mempengaruhi kelompok yang didominasi untuk menerima moral-moral, politik, dan budaya dari kelompok dominan. Hegemoni diterima sebagai sesuatu yang wajar, sehingga ideologi kelompok dominan dapat menyebar dan dipraktikkan. Nilai-nilai dan ideologi hegemoni ini diperjuangkan dan dipertahankan oleh pihak dominan sedemikian sehingga pihak yang didominasi tetap diam dan taat terhadap kepemimpinan kelompok penguasa. Hegemoni bisa dilihat sebagai strategi untuk mempertahankan kekuasaan.

    Negara Eropa yang dapat digolongkan sebagai negara yang paling awal dalam melakukan upaya untuk melakukan penguasaan hegemoni dalam kaitannya dengan perdagangan di Asia Tenggara adalah Portugis. Dengan dilandasi oleh semangat 3-G (Gold, Glory, and Gospel) Portugis mencari rute pelayaran menuju tempat-tempat penghasil rempah-rempah. Mereka awalnya memiliki keyakinan bahwa tempat tempat tersebut adalah India. Namun ternyata India hanyalah tempat penjualan rempah-rempah saja, bukan produsen utama. Produsen utama rempah-rempah ternyata adalah wilayah Hindia Timur yang berada di Asia Tenggara. Karenanya, seketika Portugis di bawah pimpinan Alfonso de Albeqorque mencapai Malaka yang menjadi bandar dagang dan tempat transit utama di Asia Tenggara, Portugis berusaha untuk melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah.

    Secara teknis, Portugis memiliki corak layaknya kerajaan maritim dengan basis berupa perbentengan yang tersebar dari pantai timur Afrika hingga laut Timor. Basis-basis yang kecil ini memudahkan Portugis dan relatif tidak mendatangkan masalah sebagaiman yang dihadapi oleh Spanyol, Inggris dan Belanda dikarenakan negara-negara tersebut berusaha memperluas wilayah kekuasaan mereka[1]. Meski demikian, kedatangan Portugis di Malaka memicu berbagai penolakan. Kesultanan Aceh dan Jepara terbukti melancarkan serangan-serangan ke Malaka untuk mengusir Portugis. Tidak sampai di situ saja, Portugis pada akhirnya harus diusir dari Malaka setelah terjadi persaingan dengan Belanda.

    Lika-liku politik dan ekonomi Portugis di Malaka tidak luput dari perhatian Spanyol. Bermula dari ekspedisi yang dilakukan oleh Ferdinand Magellan ke arah barat, Spanyol pada akhirnya langsung menemukan tempat yang menjadi sumber utama rempah-rempah yaitu Maluku. Namun ternyata Spanyol terlambat karena Portugis sudah berada di sana lebih dulu. Akhirnya Spanyol harus meninggalkan Maluku dan mendirikan basis di tempat yang tidak jauh dari Maluku namun sudah tidak asing lagi[2]. Pulau Luzon di Filipina dijadikan basis utama yang sangat kuat baik secara politik maupun ekonomi. Elemen militer dan misionaris Katholik dikirim ke Luzon dan pulau-pulau sekitarnya untuk membantu pemerintahan. Eksistensi perekonomian yang kuat dibuktikan dengan adanya jalinan perdagangan perak, porselen, dan sutera yang sangat menguntungkan Spanyol[3].

    Inggris dan Belanda juga tidak tinggal diam dengan aktivitas Portugis dan Spanyol di Asia Tenggara. East India Company (EIC) dan Verenidge Oost Indisch Compangie (VOC) segera bergerak dan mulai melakukan persaingan dagang. Sebenarnya daerah yang menjadi fokus operasi mereka adalah Hindia Timur (Indonesia). Hal tersebut berlangsung pada awal abad ke-17. Tujuan Inggris dan Belanda yang lain adalah menyingkirkan pengaruh Portugis dan Spanyol dari Asia Tenggara. Hal tersebut dapat dicapai oleh Belanda pada tahun 1641 dengan terusirnya Portugis dari Malaka. Meskipun Inggris dan Belanda punya tujuan yang sama terkait penyingkiran Portugis dan Spanyol, sebernarnya terjadi pertentangan yang hebat antara Inggris dan Belanda. Kajadian pada tahun 1623 ketika sekumpulan tentara yang berada di bawah perintah EIC habis dibantai oleh pasukan VOC saat mereka hendak melakukan perebutan benteng milik VOC menjadi konflik nyata di antara Belanda dengan Inggris. Hal tersebut berlanjut kepada perang Inggris-Belanda (1652-1654). Ditambah lagi, ketika kesultanan Banten memberikan izin kepada Belanda (VOC) untuk mengusir Inggris dari Jawa, maka praktis, Inggris terpaksa harus memusatkan perhatian kembali ke India.

Pertanyaan Lainnya